<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=7918428799256825745&amp;blogName=Leipzic+World+-+Quality,+Creativity,+...&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://leipzic.blogspot.com/search&amp;blogLocale=in&amp;homepageUrl=http://leipzic.blogspot.com/&amp;vt=-6091341751828278973" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
To show my thoughts, to give a new perspective, to send feelings, to deliver love, to attach peace, to create dignity, to find wisdom, to sow a new life and to bring God's Kingdom!

Translate to:

RSS Feed

Leipzic World - Quality, Creativity, Life Paradigm, Indonesia, God's Kingdom

leipzic

About Me

Click to view my Personality Profile page

Recent Traffic

300th Post and The Last Post

Rabu, 30 Maret 2011

Hello, I'm glad to announce to you that this was the 300th post in my blog. This also be my last post in this blog. I exported my blog to wordpress and you can see it at blog.leipzic.com. Thank you very much!

Author: leipzic » Comments:

Hal Yang Terpenting

Senin, 21 Maret 2011

Mungkin ini adalah salah satu pertanyaan terpenting yang dapat manusia tanyakan. Apakah hal terpenting dalam hidup ini?
Jika kita membaca Filipi 3, ada jawaban yang cukup unik yang bisa kita dapatkan. Di ayat 18, Rasul Paulus menekankan sesuatu yang sangat penting, bahkan ia mengatakannya sambil menangisinya. Ada banyak orang yang telah hidup sebagai seteru salib Kristus.
Siapakah mereka? (Ay 19) Yaitu orang yang mementingkan dirinya sendiri. Karena yang penting bagi mereka ialah perut mereka, dan pikiran mereka hanya tertuju pada perkara duniawi. Di sini jelas Rasul Paulus berkata bahwa orang yang mementingkan diri mereka sendiri tidak menghargai pengorbanan Tuhan Yesus dengan menjadi seteru Kristus.
Mereka adalah orang-orang yang menganggap perkara-perkara duniawi sebagai sesuatu yang penting, sedangkan justru Rasul Paulus berkata, apa yang mereka cari telah dianggapnya sebagai sesuatu yang sia-sia, fana, tidak berarti (Ay 4-6).
Lalu apakah yang Rasul Paulus utamakan? (Ay 10) Yang ia kehendaki ialah pengenalan akan Kristus, kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya. Mengapa? (Ay 20-21) Karena kita juga mempunyai kewarganegaraan sorga yang berasal dari penebusan Kristus. Itulah mengapa setiap prioritas kita harus berubah (Ay 7-9).
Kita tidak melakukannya karena mengharapkan imbalan atau berkat. Tapi karena itulah jati diri kita. Jika kita tidak melakukannya, kita tidak akan menjadi diri kita yang sebenarnya. Dan percayalah, waktu itu terjadi, akan ada kekosongan yang kita rasakan dalam hidup. Mengutamakan hal yang utama akan membuat diri kita pula menjadi yang utama bagi Tuhan.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Label: ,

Author: leipzic » Comments:

Sesuatu Yang Melebihi Emas

Senin, 14 Maret 2011

Akhir-akhir ini aku merasa tangan Tuhan begitu nyata dalam hidupku. Ada banyak hal yang berubah. Dan hal tersebut adalah hal yang susah berubah dalam hidupku.

Dari kecil aku adalah orang yang sangat suka bersaing. Aku tidak pernah terima jika aku kalah. Aku tidak suka jika ada orang lain yang lebih dari aku. Apapun itu. Bisa bayangkan bagaimana hidupku? Aku paling tidak suka membuang waktu. Aku selalu takut jika sudah tua ternyata hidupku tidak berhasil.

Namun semuanya berubah. Tidak ada kejadian heboh, tidak ada mujizat. Tapi ada sesuatu yang berbeda. Jika dulunya aku sangat keras dan susah menerima orang, sekarang tidak. Jika dulu aku susah bekerjasama dengan orang sekarang tidak. Dulu jika aku tidak suka berdebat karena aku takut kalah dan takut malu, sekarang tidak.

Sekarang aku bisa memiliki hati untuk orang lain, bisa untuk berdebat bukan karena menang atau kalah, tapi demi kebenaran. Dan toh jika pendapatku salah atau tidak diterima, aku tidak merasa jengkel. Keadaan seperti inilah yang dari dulu aku dambakan.

Seperti ada sumber sukacita dalam hidupku. Sepertinya masa depan bukan masalah berat lagi. Kesuksesan bukan lagi masalah siapa yang menang atau siapa yang kuat. Tapi siapa dirimu! Artinya apa kamu telah berfungsi seperti jati dirimu, asal dan tujuan kamu diciptakan.

Dan aku tidak peduli seberapa waktu yang telah atau akan aku buang. Sekarang aku mengerti mengapa Amsal berkata bahwa mendapat hikmat lebih daripada emas. Mengubah pola pikir jauh lebih berharga. Karena pola pikir adalah sesuatu yang sangat membatu. Keras! Tanpa campur tangan Tuhan hampir mustahil. Setidaknya demikian milikku.

Sekarang yang kunantikan adalah memiliki kebiasaan baru akibat pola pikir yang baru. Satu kunci yang untungnya aku miliki adalah "aku orang yang mau belajar", tidak peduli seberapa harganya. Mungkin harganya adalah uang. Mungkin juga waktuku yang terbuang. Atau perasaanku. Kepuasan saat mendapatkan hikmat tersebut jauh melebihi apapun.

Dan dengan bangga sekarang aku mengatakan. Sekarang umurku seperempat abad. Dan aku tahu bahwa masa depanku sangat cerah, karena Tuhan, Dia Allah yang mempedulikanku dan tidak meninggalkanku. Dia tidak menyerah denganku! He is Jehova Shammah!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Label: ,

Author: leipzic » Comments:

Pintu Gerbang Kesuksesan - Masalah!

Senin, 07 Maret 2011

Seperti apakah model kehidupan yang benar dalam Kristus? Jika anda merasa atau pernah diberitahu bahwa saat anda percaya Yesus maka hidup anda akan hidup enak, aku pastikan bahwa hal itu salah.

"Bahwa aku tertindas itu baik buatku agar aku belajar ketetapanMu"

Itulah yang Raja Daud katakan dalam Mazmurnya. Ia memiliki pola pikir yang benar, bahwa kehidupan dalam Tuhan bukan berarti hidup yang enak. Ia tahu bahwa Tuhan bukan pawang masalah.

Justru di dalam Tuhan, satu hal yang jelas akan anda terima adalah masalah. Karena justru dengan masalah maka hidup anda akan diluruskan. Masalah lah yang akan membawa anda kepada kesuksesan. Mengapa? Karena tanpa masalah, tidak akan ada mujizat yang terjadi.

Ada banyak orang yang memiliki iman atau mental yang salah. Dalam kekristenan, berkat bukan berarti kenyamanan. Tuhan Yesus jelas berbicara, jika menginginkan ikan yang lebih banyak, bertolaklah ke tempat yang lebih dalam. Dan di laut yang lebih dalam, terdapat lebih banyak masalah.

Kekristenan bukan tempat untuk menghindar dari masalah. Justru dalam kekristenan, anda PASTI menemukan masalah. Justru jika anda tidak pernah mengalami masalah, ada hal yang salah dalam diri anda. Masalah membuat anda sadar bahwa anda masih hidup.

"Semakin sakit yang anda rasakan, semakin besar otot yang akan terbentuk". Itu adalah prinsip yang pasti semua orang yang melakukan proses pembesaran otot mengerti. Masalah memang membuat anda sakit. Tapi masalah membuat otot rohani anda besar.

Masalah juga membuat setiap kita mengerti apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Dapat dikatakan, proses pembentukan Tuhan selalu dalam bentuk yang tidak jauh dari yang dinamakan dengan masalah.

Mencintai proses adalah kunci keberhasilan. Mencintai masalah membuat anda dapat bertahan lebih lama. Semakin lama anda bertahan dalam 'kesakitan' rohani itu, semakin kuat anda akan menjadi.

Bahkan apa yang Rasul Paulus banggakan pun bukan seberapa banyak jiwa yang ia menangkan, atau seberapa mahkota yang ia dapatkan. Justru ia berkata bahwa jikalau ia boleh berbangga, itu karena deraan, ancaman, kesakitan, siksaan, yang ia terima karena tugasnya.

Sayangnya begitu banyak orang yang tahu hal ini tetapi tetap takut untuk mengalaminya. "Biarlah cawan ini berlalu", mungkin begitu doa yang paling populer saat ini. Sama seperti orang yang tahu bahwa di pekarangan rumahnya ada harta yang terpendam, tetapi tidak mau menggalinya.

Justru harta itu adalah masalah tersebut. Masalah adalah pintu mahkota yang akan kita terima. Tuhan Yesus berbicara bahwa hal kerajaan sorga seumpama orang yang menjual seluruh hartanya untu membeli barang yang berharga. Tapi berapa banyak kita justru tidak mau menerima harta itu. Amsal berkata, " jangan berikan permatamu kepada babi". Jadi siapakah kita? Warga kerajaan sorga atau babi?



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Label: , ,

Author: leipzic » Comments:

Gambar Diri

Selasa, 01 Maret 2011

Saat kita tidak menyadarinya, sebenarnya diri kita dikuasai sepenuhnya oleh gambar diri kita. Setiap keputusan yang kita buat, terutama yang dibuat secara cepat akan dilandasi oleh gambar diri kita.

Seseorang yang memiliki gambar diri yang buruk atau rusak akan mudah untuk mengambil keputusan yang salah, cenderung tidak dewasa dan hanya bersifat mementingkan diri sendiri. Dan bahkan sebenarnya, tidak ada orang di dunia yang memiliki gambar diri yang sempurna. Semuanya adalah tentang kedewasaan kita menyikapinya.

Gambar diri adalah cara kita memandang diri kita. Hal ini akan melandasi cara kita memandang apapun. Dengan kata lain berarti cara berpikir kita. Berbeda dengan karakter, gambar diri tidak dibentuk sejak lahir. Gambar diri murni berasal dari proses yang kita alami.

Itulah mengapa masa lalu adalah alat yang paling kuat membentuk masa depan kita. Dan untuk memiliki masa depan yang baik, kita butuh memiliki gambar diri yang tepat. Itulah mengapa kita harus berkaca ke belakang sejarah, bahkan jauh melebihi kehidupan kita. Penciptaan!

Saat Allah menciptakan manusia, Ia menciptakan kita segambar dan serupa dengan Allah. Artinya kita memiliki potensi Illahi. Kita harus mengerti hal ini sungguh-sungguh. Artinya, jika Allah Mahakuasa, maka kita pun memiliki potensi untuk berkuasa. Demikian pula dengan sifatnya yang kudus, baik, kasih, adil, maha hadir. Semuanya tercermin dalam kerinduan kita. Itulah mengapa, jika kita tidak memiliki hubungan yang baik dengan orang lain, kita akan cukup menderita. Karena kita butuh akan kehadiran.

Ada banyak orang tidak memiliki pola pikir yang benar tentang dirinya. Artinya pola pikir tentang masa depannya pun pasti tidak benar. Padahal untuk memiliki keberhasilan, kita harus memiliki pola pikir yang benar. Sama seperti bagaimana proses gambar diri dirusak, demikian pemulihan gambar diri pun adalah proses. Yang penting adalah memiliki kesetiaan untuk mengandalkan Tuhan untuk terus memulihkan hidup kita.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Label: , ,

Author: leipzic » Comments:

Quotation of the Day